Kronologi Bupati Meranti Ngamuk ke Kemenkeu hingga Ditegur Mendagri Tito
Kompas.com Kompas.com
4.57M subscribers
267,826 views
1.7K

 Published On Dec 12, 2022

Bupati Meranti, Muhammad Adil menuai kontroversi karena menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berisi iblis atau setan. Tak hanya itu, dia juga berencana menggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kemarahan Adil terkait pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang dianggap tak sesuai. Amarahnya itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah se-Indonesia pada Kamis (8/12/2022).

Adil secara khusus menyampaikan aspirasinya untuk anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang hadir dalam acara tersebut, yakni Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah Kementerian Keuangan Luky Alfirman.

Ia mengatakan permintaan dilatarbelakangi oleh pembagian dana bagi hasil tambang di daerahnya. Ia mengatakan semenjak 1973 di Meranti ada 222 sumur minyak.

Pada tahun ini sumur itu bertambah 13 dan pada 2023 mendatang naik lagi 19.Tapi tambahnya, keberadaan sumur minyak itu tidak dinikmati oleh masyarakat di daerahnya. Hal itu katanya bisa dilihat dari tingkat kemiskinan di Meranti. Ia mengatakan sekarang ini terdapat 25,68 persen penduduk miskin ekstrim di Riau.

Ia menambahkan tingginya angka kemiskinan itu salah satunya terjadi akibat minimnya manfaat yang diterima masyarakat Meranti dari pengeboran minyak itu. Meskipun per hari, produksi minyak di Meranti tembus 8.000 barel, pihaknya hanya menerima dana bagi hasil sebesar Rp114 miliar pada tahun ini.

Simak selengkapnya dalam video berikut.

Penulis: Dian Erika Nugraheny
Penulis Naskah: Rizkia Shindy
Narator: Rizkia Shindy
Video Editor: Bernard Siahaan
Produser: Okky Mahdi Yasser
Music: Cupid's Tubes by DivKid

#BupatiMeranti #MuhammadAdil #Meranti #JernihkanHarapan

show more

Share/Embed